Showing posts with label Gunung. Show all posts
Showing posts with label Gunung. Show all posts

Samsung Galaxy A7 dan 5 Hal ini Akan Membuat Momen Mendaki Gunungmu Lebih Lengkap & Berkesan

Teduh, sejuk, bunyi cuitan burung, siluet matahari pagi yang membelah kabut dan awan putih adalah pemandangan yang dapat kita lihat saat berada diatas gunung. Belum lagi saat hangatnya sinar matahari pagi mulai menyentuh pori-pori kulit kita seakan memecah hawa dingin membuat rasa lelah dan dahaga terbayar dengan impas. Belum lagi terbayang bagaimana serunya dan hangatnya kebersamaan antar teman-teman pendaki akan membuat kita selalu merindukannya. Siapa yang dapat menolak itu semua?
(Sumber gambar : dokumentasi pribadi)
Mendaki gunung merupakan salah satu aktivitas yang cukup diminati oleh banyak kalangan. Bisa dikatakan mendaki gunung adalah sarana refreshing sekaligus sarana untuk olahraga bagi yang malas gerak. Apalagi jika track yang dilalui cukup menantang tentu akan merangsang adrenalin bagi para pecinta tantangan. Namun dibalik itu, terdapat kepuasan dan kesenangan tersendiri yang ditimbulkan dalam diri kita. Tetap perlu diingat bahwa mendaki gunung bukanlah hal bisa dianggap remeh. Perlu persiapan yang matang agar rencanamu berjalan lancar. Gak mau kan agendamu jadi berantakan dan bermasalah gara-gara kelupaan sesuatu yang dianggap sepele yang ternyata sangat penting saat dibutuhkan? Kamu harus tau nih hal-hal yang wajib kamu siapkan untuk meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan agar momen-momen perjalananmu menjadi semakin berkesan dan menyenangkan.
Apa saja itu?

Nah berikut adalah 7 Hal yang Perlu kamu siapkan saat hendak melakukan pendakian, terlebih jika kamu baru pertama kali akan ikut pendakin. Wajib Banget tau.

1. Carrier, Tenda, dan Matras Menjadi Barang Utama Jika Ingin Camping di Gunung
(Sumber gambar : dokumentasi pribadi)
Sebelum mulai pendakian, kamu harus tau berapa lama estimasi lama pendakian akan berlangsung. Ini penting sekali karena jika pendakian membutuhkan waktu yang lama dan menginap, kamu harus membawa peralatan camping seperti tenda, matras, dan tas carrier untuk tempat berlindung saat beristirahat. Selain untuk beristirahat, tenda dan matras juga berfungsi sebagai tempat berlindung dari dinginnya angin malam digunung. Jadi jangan coba-coba mendaki gunung dengan tangan kosong tanpa persiapan ya, karena akan beresiko fatal jika kamu tidak mengindahkan hal ini seperti terkena hipotermia atau tergigit hewan liar saat sedang enak-enaknya tidur.
Oh iya, hal lain yang perlu kamu pertimbangkan untuk dibawa adalah peralatan kecil seperi senter dan jas hujan. Senter sangat dibutuhkan terutama jika kita melakukan pendakian pada malam hari. Jangan sampai kita salah injak dan masuk jurang gara-gara ketoledoran kita membawa senter. Nah, Jas hujan juga sama pentingnya seperti senter, kadang sering dilupakan dan dianggap sepele, namun saat hujan datang, jangan ditanya peran pentingnya barang satu ini.

2. Jangan Sepelekan Sleeping bag, Jaket, dan "Printilan-Printilannya" Jika Kamu Sensitif dengan Suhu Dingin.
(sumber gambar : mataharimall.com)
Bagi sebagian orang mungkin suhu dingin di gunung bukanlah menjadi suatu masalah berarti, terlebih jika ia adalah seorang pendaki profesional. Namun, jika kita baru pertamakali mendaki gunung atau kita sensitif terhadap suhu dingin, jangan pernah menyepelekan peran Sleeping bag dan Jaket. Selain itu, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk membawa "printilan-printilannya" seperti sarung tangan, kaos kaki, koyo, obat pribadi dan baju ganti. Jika perlu, buatlah api unggun di depan tenda agar suhu menjadi hangat.

3. Mie Instan, Roti, dan Coklat adalah Bekal Penambah Tenaga Andalan Saat Pendakian
(sumber gambar : explore1ndonesia.blogspot.co.id)
Jangan berharap diatas gunung ada orang jualan warteg, minimarket atau toko kelontong yang bisa kamu sambangi ketika kelaparan. Jangan pernah! Jika kamu gak mau kelaparan dan lemas, kamu harus mempersiapkan bekal yang cukup seperti mie instan, roti, coklat, kornet, sosis, snack ringan ataupun bekal lain yang praktis dan mudah dibawa. Oh iya, kamu juga harus membawa air minum yang cukup untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama pendakian.

4. Ingin Masak Di Gunung? Nesting dan Kompor Mini Solusinya.
(sumber gambar : duapagiwae.blogspot.co.id)
Ini nih solusi jika kamu ingin makan makanan hangat ataupun sekedar minum kopi diatas gunung. Nesting adalah alat masak yang biasanya terbuat dari bahan campuran alumunium. Bentuknya seperti kotak nasi/rantang persegi panjang dan biasanya digunakan untuk kegiatan-kegiatan outdoor. Nesting kurang lengkap tanpa kompor gas mini. Dengan begini, kamu bisa masak-masak deh ataupun sekedar menyeruput air hangat diatas gunung.

5. Seru-Seruan Bareng Temen di Atas Gunung dengan Bermain Kartu ataupun Bermain Gitar.
(sumber gambar : tr.pinterest.com)
Gak lengkap rasanya jika diatas gunung kita enggak main bareng temen-temen pendaki. Simple aja, dengan membawa seperangkat kartu remi kamu sudah bisa memainkan berbagai permainan bersama. Agar lebih seru, bagi yang kalah bermain hukum dengan dicoret bedak ataupun dengan hukuman lain. Nah jika kamu hobi bermain gitar, tidak ada salahnya kamu memboyong alat musik ini saat bertandang ke gunung.

6. Abadikan Momen-Momen Berkesan Selama Pendakian dengan Smartphone Samsung Galaxy A7
(sumber gambar : mataharimall.com)
Smartphone sangat berguna sekali terutama bagi kamu yang ingin semua momen berkesanmu selalu diingat seperti potret perjuanganmu mendaki gunung, potret keindahan alam pegunungan, potret kehangatanmu bersama teman-teman, potret terbitnya matahari pagi yang sinarnya memecah embun pagi, suka dukanya mendaki gunung dan semua momen itu perlu diabadikan. Tentunya untuk menghasilkan gambar yang bagus dibutuhkan smartphone yang tepat.

Samsung Galaxy A7 bisa jadi solusinya nih jika kamu sedang mencari smartphone berkamera bagus dan spesifikasinyapun mantap. Tak perlu kuatir jika kamu ingin menangkap panorama saat gelap, gambar sinar matahari pagi, embun, kabut ataupun gambar burung-burung yang berterbangan cepat karena selain dibekali dengan resolusi kamera sebesar 16MP, juga dilengkapi dengan teknologi aperture f/1.9, OIS (Optical Image Stabilization), autofocus, dan LED flash sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih stabil, jernih, dan tampak real. Tenang saja bagi kamu yang suka selfi, kamera depannya juga diimbangi dengan resolusi 16MP sehingga hasil selfimu di pegunungan menjadi semakin cetaar. Kamu gak perlu repot-repot bawa kamera DSLR segede gaban lagi ke gunung deh, cukup selipkan Samsung galaxy di A7 di saku udah bisa foto-foto ria. praktis.
Selain itu, Samsung Galaxy A7 juga dilengkapi dengan kapasitas baterai sebesar 3.600 mAH yang dapat bertahan lama, jadi aman jika dibawa ke gunung dengan keadaan tanpa listrik smartphone ini bisa tetap kamu andalkan. Untuk layarnya, smartphone ini memiliki besaran 5,7 inci dengan resolusi full HD super Amoled dan dilapisi anti gores Corning Gorilla Glass. Oh iya, smartphone samsung ini juga diklaim tahan debu dan air hingga kedalaman 1,5m lho. Jadi gak perlu was-was takut kotor, basah atau layarnya tergores pasir selama pendakian. Aman. Dengan Samsung Galaxy A7 Momen Mendaki Gunungmu menjadi lebih lengkap dan berkesan. Jadi pingin cepat-cepat beli Samsung Galaxy A7 murah di mataharimall.com

Nah, itu semua adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan saat kamu ingin mendaki gunung. Jangan sampai ada yang terlewat ya. Satu hal lagi yang harus diingat saat mendaki adalah tetap menjaga kelestarian alam, jangan sampai merusak sumber daya yang ada dan angkut kembali semua sampah yang kamu bawa ya, jangan dibuang sembarangan. Selamat bersenang-senang.

Gunung Telomoyo : Pendakian dengan Motor Hingga Puncak

Saat saya diajak teman untuk mendaki gunung yang bisa didaki dengan menggunakan motor hingga puncak, awalnya saya tidak terlalu percaya. Dalam fikiran saya, yang namanya mendaki gunung pastilah berjalan kaki menyusuri badan gunung untuk mecapai ke puncak. Rasanya sulit dibayangkan motor dapat melewati dengan lancar  jalanan yang berbatu, tidak rata dan menanjak di pengunungan. Dengan berjalan kaki saja kadang kita harus ekstra hati-hati dan merangkak-rangkak untuk melewati track curam jalur pendakian.
Namun ternyata saya salah. Tidak selamanya jalur pendakian gunung hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki saja. Gunung Telomoyo misalnya, kita dapat mecapai puncaknya dengan menggunakan motor lho. Jadi track di gunung ini sudah beraspal hingga ke puncak walaupun di beberapa titik terdapat jalanan yang berlubang dan berbatu. Nah gunung ini cocok sekali untuk pendaki pemula yang ingin menikmati panorama dan suasana di atas gunung. Penasaran ?

Letak Gunung Telomoyo
Letak Gunug Telomoyo ini gak jauh-jauh dari Semarang kok. Yap! Letak Gunung ini masih dalam lingkup Kabupaten Semarang, tepatnya di daerah Kopeng. Basecamp Gunung Telomoyo ternyata sangat dekat dengan basecamp gunung Andong.
Saat itu saya dan teman-teman saya berangkat pukul 04.00 subuh dari Tembalang, Kota Semarang dengan menggunakan sepeda motor. Rute yang kami ambil adalah rute mengikuti jalan raya arah Salatiga -  Jalan lintas lingkar luar Salatiga - Kopeng - Ngetas - Desa Telomoyo. Bagi teman-teman yang hendak kesana saya sarankan untuk melihat peta terlebih dahulu dan menghafal rutenya, karena jika tidak hafal dan nyasar di Kopeng akan sulit mendapatkan jaringan internet untuk membuka maps. Tapi itu tergantung operator masing-masing si.
Setelah beberapa kali menyasar di Kopeng, akhirnya pukul 06.00 pagi kami sampai di Gapura Desa Telomoyo yang sekaligus menjadi tanda pintu masuk gunung telomoyo. Disini kita akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp.5000 / orang.
Pemandangan dari puncak Telomoyo
Mendaki Gunung dengan Motor? Why not?
Dari gapura telomoyo menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit dengan menggunakan motor.  Cukup singkat untuk mendaki gunung setinggi 1894 mdpl yang biasanya memerlukan waktu 2 jam pendakian jalan kaki.
Nah yang harus diperhatikan sebelum mendaki adalah cek dahulu ketersediaan bensin kamu, karena sepanjang perjalanan nanti tidak ada penjual bensin eceran. Selain itu kondisi jalan yang terus menanjak juga akan mengikis cadangan bensin dengan cukup cepat. Yang kedua, perhatikan juga kondisi motor kamu. Pastikan motor kamu akan kuat menanjak sepanjang perjalanan dan cukup tangguh untuk melewati jalanan berlubang, berbatu, dan berpasir. Saat itu saya menggunakan motor matic berboncengan dengan teman saya. Alhasil di beberapa titik pembonceng harus jalan kaki karena motor tidak kuat melewati jalanan yang berlubang.
Sepanjang perjalanan saya sempat terheran-heran saat melihat track aspal yang menjulur hingga ke puncak. Saya salut dengan pekerja yang membuat jalan tersebut karena pasti sulit sekali untuk membuat aspal di kontur yang tidak rata dan menanjak. Sekarang jalanan aspal tersebut sudah banyak yang berlubang dan berbatu di beberapa titiknya. Jadi harus hati-hati saat melewatinya.
Track pendakian yang berbatu dan berlubang
Sepanjang perjalanan saya juga terkesima dengan pemandangan yang ditawarkan. Kita bisa menikmati view Semarang dari atas sana dengan balutan kabut pagi yang dingin-dingin empuk. Selain itu kita juga bisa melihat gunung-gunung lain yang berada di sekitar telomoyo.
Gunung Andong dari Telomoyo
Puncak Telomoyo
Saat sampai di puncak, saya merasa sedikit kecewa karena tidak seperti ekspektasi yang saya bayangkan. Puncak telomoyo sudah dipenuhi oleh bangunan, tower, dan juga pembangkit listrik sehingga kita tidak dapat menemukan feel "puncak" di gunung ini. Sebagai gantinya, kita dapat duduk-duduk menikmati pemandangan dari landasan paralayang. Landasan paralayang ini biasa digunakan untuk even-even kejuaraan paralayang menjadikan gunung Telomoyo semakin dikenal di masyarakat luas.
Dari landasan paralayang ini kita dapat bersantai sambil berfoto-foto. Tapi hati-hati ya karena landasan paralayang ini sangat curam dan tidak ada pembatasnya sehingga jika terjatuh maka akan masuk ke dalam jurang. Disini kita dapat melihat 6 gunung sekaligus, yaitu gunung Andong, gunung Merbabu, Gunung Ungaran, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Lawu. Oh iya, saya tidak merekomendasikan untuk camping / bermalam di tempat ini karena keterbatasan lahan camping yang ada.
Landasan paralayang Telomoyo
Wefie dulu
Nah seperti itulah pengalaman pertama saya mendaki gunung dengan menggunakan motor hingga ke puncak. Menurut saya, gunung telomoyo ini hanya cocok untuk sekedar berwisata saja karena feel "mendaki" gunungnya tidak saya dapatkan sama sekali, jadi kurang "greget". Jika berniat untuk mendaki gunung yang benar-benar "mendaki" saya lebih prefer Gunung Ungaran atau Gunung Andong.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat menjadi referensi kamu dalam berwisata. Terimakasih :)
(Baca Juga : Pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo : Cerita & Galeri )