Pertamakali Beli Online Itu..

11:03:00 PM 42 Comments A+ a-


Jadi waktu itu ceritanya Ane (Baca : Gue Aku) lagi kepingin beli online tuh. Bukan kepingin si sebenernya, tapi lebih ke penasarannya.
Jadi selama 16 17 tahun Ane (baca:gue aku) hidup di dunia, selama itu pula Ane seumur-umur belum pernah sama sekali ngerasain gimana rasanya jual beli di dunia ghaib maya.
Berbekal rasa penasaran itulah ane memantapkan hati serta jiwa raga buat beli barang di toko online sekaligus membuktikan bahwa jual beli di dunia maya tidak hanya sekedar kebohongan/penipuan belaka. *lebay

Nah dari situ Ane mulai mikir-mikir, enakkan beli online barang apa y? Ane nyari-nyari situs-situs toko online. Akhirnya setelah kelamaan mikir, ane memutuskan beli 'buku' di salah satu toko buku online.
Tapi Ane bingung mau beli buku apa. Akhirnya ane berinisiatif mau beli buku yang paling murah biar kalo itu penipuan kan jadi gak rugi banyak. (Aha!) *Komik Shinchan* . Tapi setelah ane cari-cari ternyata itu situs gak nyediain komik sinchan *putus asa* . Akhirnya ane mikir ulang, dan kepikiran buat beli novel Jehenna. Sebenarnya novel Jehenna sudah pernah Ane baca sampe 2x, tapi gak tau kenapa ane kepengen baca novel itu lagi buat pengokoh iman dan kepengen punya itu novel buat dibaca dan disimpen sampe tua nanti. Tapi waktu ane nyari-nyari buku, Ane nemu 1 buku yang kebetulan pengarangnya sama kayak pengarangnya novel Jehenna. buku itu adalah............

Tunggu dulu, ceritanya belum selesai.
Nah, setelah ane milih membeli buku itu, ane diminta buat transfer sejumlah uang. Ada 3 pilihan bank yang di tawarkan yaitu transfer melalui bank X, Bank Y, dan Bank Z.
Ane memilih bank X soalnya kebetulan Ane punya rekening di bank X dan kebetulan lagi di deket rumah ane ada bank X cabang desa.

Keesokan harinya Ane pergi ke bank X deket rumah sekitar pukul 11.30 siang. Tapi ternyata sudah tutup karena di desa, bank X cuma buka setengah hari. Akhirnya ane memutuskan transfer di bank X di kota (Bukan kota juga si sebenarnya) sekalian mau ke tempat bimbel buat minta jam tambahan. Biasanya ane kalo di kota lebih suka transfer di bank Y, tapi ane udah terlanjur masuk ke bank X kota dan itu pertama kalinya ane masuk ke bank X kota.
Waktu ane dateng suasanya sepi banget kayak kuburan, cuman ada 1 satpam dan 1 teller yang lagi ngobrol sama si satpam.Ternyata ane dateng pas di jam istirahat siang. Sekalian nunggu teller lagi istirahat, anepun ngisi Slip transfer dan duduk di kursi. Nah waktu ane nunggu di kursi, nasabah-nasabah lain mulai berdatangan. Satu dua, tiga sampe ada 20 orangan. Anepun cuman diem nunggu jam makan siang habis.
Tellerpun datang. Dan tiba-tiba komputer di depan nyala dan nyebutin nomor antrian. (Sh*t, jhfvjhhs*jsd*snhhkl*). Ane belum ngambil nomor antrean yang ternyata ada di meja tempat nulis slip. Ane kira pake sistem antrian biasa kayak di bank Y. Ternyata disini pake nomor. Ane pun segera ngambil nomor antrean di belakang dan (Sh*t, jjkj*qwtg*jgj*) dapet nomor antrean 110 -,-

Dengan hati penuh kesabarabn dan meratapi akan kebegoan seorang anak manusia, ane duduk menunggu giliran. Rasanya itu gak enak banget, ane perhatiin muka-muka nasabah yang datang belakangan tapi sudah di panggil duluan, kayaknya mukanya pada bahagia diatas penderitaan ane. Untung waktu itu nomor antrian dimulai dari nomor 94, artinya ane harus bersabar nunggu giliran dari 16 orang. Untung saja, coba kalo dimulai dari nomor 1, bisa ngamuk ane.

Ane perhatiin nasabah-nasabah, mereka ada yang mau ngambil tabungan ada pula yang nabung. Ane perhatiin mereka pada nabung dan ngambil sampe beratus-ratus bahkan sampe berjuta-juta. Sedangkan ane ? *Lihat dompet* cuman Rp.55 juta ribu buat di transfer ke rekening toko online. Sumpah ane pingin melarikan diri dari situ dan ganti muka. Tapi sudah tanggung, sudah hampir nomor antrianku disebut. Setelah disebut, ane dengan was-was dan memantapkan hati buat maju dan ngasih slip transfer dan uang Rp.55 juta ribu . Mba teller langsung senyum melihat nominal uang yang akan ditransfer, Rp.55.000 000 #Sudah kuduga. Sumpah ane malu. Terus mba Tellernya bilang...... bilang...... "Biaya transfernya Rp.5ribu" Huft. Tapi ane bingung, padahal ane transfer ke sesama bank X, kenapa masih dikenakan biaya transfer ya? padahal kalo ane transfer di Bank Y tidak dikenakan biaya apapun. Ane pun keluar dengan lega dan berjanji enggak akan masuk ke bank itu lagi -,-

Nah singkat cerita setelah 1 minggu menanti dan menunggu dengan rasa khawatir apakah beli online itu penipuan atau tidak. Dan akhirnya tadi pagi saya membuktikan bahwa beli online itu enggak penipuan. Paket bukunya datang............




Hehe, Seneng juga. Akhirnya hasil mempermalukan diri kerja keras sudah sampai ditangan dan siap dibaca :D
Ini dia bukunya...



Haha, buku "Mimpi Rasul : Kisah Bibir yang Ingin Dicium Rasulullah Saw" . Bagi yang ingin tau Info maupun sinopsis buku "Mimpi Rasul" karya Jusuf AN bisa lihat disini.


Lega juga akhirnya dapat membuktikan rasa curiga dan penasaranku selama ini mengenai beli online. Kalo misal di suruh beli online lagi? Nanti saja lah, pikir-pikir, menunggu sampai rasa sh*ck dan malu itu hilang. Haha. walalupun sebenarnya sudah biasa malu-maluin.
Beli online? Why not? :O

Ibu, Wanita Terhebat

9:22:00 PM 58 Comments A+ a-


Malam kawan, tidak terasa malam ini sudah tanggal 17 Desember 2012.
H-5 tanggal 22 Desember.

Ya, kalian pasti tau tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu Nasional.
Malam ini aku ingin sekali menulis postingan tentang Ibu.

Taukah kalian kawan, saya dilahirkan dan dibesarkan oleh seorang ibu yang selalu menyayangi dan mengasihi anak-anaknya.
Ia tidak pernah mengeluh apalagi lari dari tanggung jawab.
Ia tidak pernah membeda-bedakan ataupun pilih kasih.
Ia adalah orang terhebat dan terkuat yang pernah saya temui di muka bumi ini.

Ibuku,
Dilahirkan dari keluarga yang sederhana di Pemalang, 44 tahun silam.
Ibu pernah menceritakan mengenai masa-masa kecilnya dulu yang boleh dibilang "Kurang mendapat perhatian dari orang tua" sewaktu ia kecil sampai ia dewasa. Ia jarang sekali mendapat kasih sayang maupun belaian dari ibunya (nenek saya) karena memang nenek saya dulu sifatnya agak tempramental dan selalu mendidik anak-anaknya dengan keras.

Yang saya lingkari adalah ibu waktu kecil. haha :D

Masa mudanya ia habiskan untuk bersekolah serta mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dan membantu nenek saya berjualan di pasar. Ia selalu mencoba untuk berbakti kepada nenek saya dengan menuruti semua perintah dan kemauannya. Namun ia selalu salah di mata nenek saya. Tak jarang kadang ia mendapat pukulan pelepah kelapa maupun sapu lidi jika melakukan kesalahan.
Sungguh, saya merasa tidak tega jika membayangkannya.
Namun ibu adalah orang yang sangat kuat dan tegar. Meskipun seperti itu, ia selalu menyayangi nenek saya dan tidak menaruh sedikit dendampun terhadapnya.
Bahkan ia juga mengajarkan kepada anak-anaknya agar selalu menyayangi nenek seperti kita menyayangi ibu sendiri.
Ibu tidak ingin anak-anaknya merasakan hal yang sama seperti ia dulu. Maka dari itu ia selalu berusaha menyayangi dan mengasihi semua anak-anaknya. Ia adalah bagai malaikat tanpa sayap yang telah Allah turunkan untukku.

Ibu pernah mengatakan sebuah pepatah jawa yang berbunyi :
" Sayange wong tua ke anak kui se klapa, tapi sayange anak ke wong tuo se-upo be lanka" [Sayangnya orang tua ke anak itu sebesar kelapa, tapi sayangnya anak ke orang tua sebesar satu nasi pun tidak ada]
Yang dapat diartikan bahwa sebesar-besarnya rasa sayang yang paling besar dari anak ke orang tua jika diumpamakan sebesar nasipun tidak ada. Tapi sekecil-kecilnya rasa sayang dari orang tua ke anaknya bisa diumpamakan sebesar buah kelapa.
Memang, kasih sayang seorang ibu tidak pernah ada yang menandingi. Saya akui itu.

Pernah juga ibu menangis, meminta maaf kepadaku karena ia merasa tidak dapat membahagiakanku..
 Ia merasa bahwa ia belum bisa memenuhi semua kebutuhanku..
"Ibu ingin sekali mbahagiain kalian biar kalian kayak anak-anak yang lain, punya laptop, punya motor, sering liburan. Ibu mana yang tidak kepengin anak-anaknya bahagia"

Sungguh ibu, aku tidak meminta apa-apa darimu..
Mempunyai ibu sepertimu adalah lebih dari segalanya bagiku..
Yang aku pinta hanyalah engkau selalu sehat dan berada disampingku..

Cantiknya ibuku :)
 Ibu, kau adalah anugerah indah dalam hidupku..
Terimakasih ibu, kau selalu membimbing dan mengajarkanku banyak hal yang belum aku mengerti sebelumnya.

Terimakasih atas semua doa-doamu..
Aku pernah tidak sengaja mendengar doa yang kau panjatkan saat kau usai sholat...
Kau meminta, menengadahkan tanganmu sambil menangis..
Meminta agar anak-anakmu menjadi anak yang sholeh dan sholehah,..
Meminta agar anak-anakmu dipanjangkan umurnya, Meminta agar anak-anakmu selalu mendapatkan perlindungan-Nya,, meminta agar anak-anakmu menjadi orang yang hartawan, jutawan, dermawan dan beriman.

Terimakasih atas semua nasihat dan petuahmu..
Kau yang selalu mengingatkanku untuk beribadah..
Kau yang selalu mengingatkanku akan pentingnya saling berbagi..
Kau yang selalu berpesan mengingatkan agar kita kelak selalu membantu orang-orang yang pernah membantu keluarga kita..
Kau yang selalu berpesan untuk terus mengingat jasa-jasa orang yang telah berjasa terhadap kita..
Kau yang selalu berpesan agar kita menjadi orang yang rendah hati..
Kau yang selalu berpesan agar kita menjadi teman yang baik dalam pergaulan..
Sungguh, pesan dan petuahmu akan selalu kami ingat ibu..

Aku bayi :D
Terimakasih ibu, kau telah merawatku sejak kecil..
Merawatku dikala ku sakit dan berharap agar sakitku berpindah kepadamu..
Sungguh besar pengorbananmu..
Sungguh besar bukti kasihmu..

Maafkan aku yang sering kali merepotkanmu..
Maafkan aku yang sering kali membuatmu pusing..
Maafkan aku ibu, atas semua kesalahanku..
Aku ingat betul, saat kau ingin sekali agar aku melanjutkan ke salah satu podok pesantren di Jawa barat setelah lulus SD..
Aku tau, kau ingin sekali mempunyai anak yang pintar beragama, pintar membaca doa-doa..
Maafkan aku karena telah menolak keinginanmu itu..
Maafkan aku yang memilih melanjutkan di salah satu SMP negeri dan tidak menjadi anak seperti yang kau inginkan..
Aku tau kau kecewa..
Namun kau selalu menyembunyikan kekecewaanmu itu..
Terimakasih ibu....

my 6th birthday

Ya Allah, panjangkanlah umur kedua orang tuaku..
Berilah kesempatan kepadaku untuk selalu berbakti kepadanya..
Berilah kesempatan padaku agar dapat selalu membahagiakannya..
Berilah kesempatan kepada mereka untuk mengunjungi rumah-Mu di Masjidil Haram..
Mereka ingin sekali menjadi salah satu tamu-Mu ya Allah..
Kabulkanlah doaku ya Allah..


Terimakasih ibu, Kau adalah wanita terhebat di muka bumi ini...
Perlu kau tau, bahwa aku akan selalu menyayangimu.. selamanya..



"Orang tua memanglah tidak mempunyai pengetahuan lebih,
Mereka hanya memikirkan..
anak-anaknya bisa lebih baik dari mereka,
Itu saja"



Postingan ini  untuk menyambut hari ibu 22 desember 2012
Bingung juga mau ngasih apa ke ibu di hari ibu nanti :/


Review Cerpen

9:00:00 PM 1 Comments A+ a-


Malam ini aku mau mereview sebuah buah cerpen karyanya Bang Ariesadhar, empunya blog ariesadhar.wordpress.com. hehe :D


Cerpen yang akan saya review berjudul  Kisah Kedua .
Cerpen ini menceritakan tentang seseorang yang mempunyai sebuah cafe yang bernama Cafi Café. Dia sebenarnya pemilik Cafi Cafe, tapi dia memposisikan dirinya juga sebagai pelayan di Cafe miliknya sendiri [Down to Earth]. Tiap hari yang ia lakukan tentunya melayani pengunjung yang datang dengan pelayanan yang baik. Setiap hari dia berdiri di pos jaga pelayan dan akan menghampiri pengunjung jika ada pengunjung yang datang.
Sebenarnya disamping melayani pengunjung, dia juga mempunyai kegiatan lain. Yakni mengamati setiap pengunjung yang datang. Banyak sekali ia menemukan berbagai kisah dari para pengunjung. Cafi Cafe mampu membuatnya melihat banyak hal seperti reaksi pengunjung yang berpasang-pasangan namun hanya diam selama berjam-jam sampai beberapa kali melakukan pemesanan ulang minuman. Ada pula yang sampai berteriak lepas karena tampaknya terlalu gembira yang ia taksir itu adalah peristiwa penembakan atau bahkan lamaran. Sesekali juga ia melihat tangis dari beberapa pelanggan sesudah obrolan panjang berjam-jam yang menghabiskan beberapa gelas kopi.
Sampai suatu ketika ada pengunjung, seorang gadis cantik manis berbando yang duduk di kursi nomor 7. Ia mengamati gadis manis itu dengan sesekali mengintip layar hp/homescreen si gadis saat sedang mencatat ataupun memberikan order dari sang gadis. Ia melihat sebuah foto si gadis manis dengan seorang cowok dengan latar sungai musi dan jembatan ampera.
Entah kenapa si gadis seperti tengah menunggu seseorang. Si gadis duduk sambil terus memainkan kedua handphonenya dan sebuah bingkisan. Sesekali si gadis menatap iri ke pengunjung lain yang datang berpasangan.

Sampai akhirnya ada seorang lelaki datang dan berjalan menuju gadis cantik itu. Mulut si gadis sedikit membuka, pandangannya kosong. Perlahan mulut itu melengkung membentuk senyum, pandangan mata si gadis menjadi ceria. Pipi gadis itu menjadi merah merona. Senyumnya menjadi merekah indah. Dan Ia masih berusaha menyimpulkan semuanya.

Kesan, kritik dan saran :
Hmm... Menurut saya ceritanya menarik, saya baca sampai selesai. Awalnya saya bertanya-tanya dan penasaran si gadis itu sedang menunggu siapa dan penasaran akan akhir ceritanya. Namun menurut saya, ceritanya terlalu panjang dan dibeberapa bagian ada bagian cerita yang selalu diulang-ulang. Saya juga kurang paham sama inti ceritanya. hehe :D . Mungkin apabila ceritanya lebih diringkas dan konfliknya diperbanyak, ceritanya akan lebih bagus. Oya, endingnya juga agak nggantung. hehe, :D
Tetap semangat nulis , dan Good luck!! :D

Pasti Ada Jalan

5:47:00 PM 34 Comments A+ a-


Kawan, salahkah jika Seseorang menggantungkan impiannya terlalu tinggi?
Salahkah jika Seseorang mempunyai cita-cita terlalu banyak?
Salahkah?

Atau...
Kawan, Salahkah jika Seseorang hanya mempunyai cita-cita yang sederhana?
Salahkah jika Seseorang mempunyai impian yang sangat standart?
Salahkah?

Entahlah kawan.
Saya bingung memikirkannya.

Memikirkan...
Apakah cita-cita kita terlalu tinggi sehingga menjadi tidak rasional jika dipikirkan .
Atau terlalu sederhana sehingga membuat kita tidak bersemangat dalam menggapainya.

 Saya pernah membaca suatu quote yang bunyinya kurang lebih seperti ini
"Siapa yang bercita-cita tinggi, maka kuranglah amalnya"
  Atau..
"Bercita-citalah setinggi-tingginya, karena cita-cita merupakan doa"
Entah lah kawan. sepertinya semuanya menjadi serba salah.

 Lalu, apa sebenarnya cita-cita saya?
Entahlah kawan, yang pasti bukan jadi pilot, bukan jadi dokter apalagi polisi, bukan.
Apakah aku ingin jadi duta besar? Ah Lupakan saja. Aku sudah kubur dalam-dalam cita-cita itu..
 Insinyur? Arsitek?
Entahlah! Cita-citaku selalu berganti-ganti..
Masihkah kalian ingat kawan mengenai 100 impian yang pernah aku tulis di postingan We Are The Champion? kertas dimana aku menuliskan 100impian itu sekarang entah berada dimana, saya lupa menaruhnya.. Itu berarti saya harus memulainya dari awal lagi menulisnya.

Taukah kawan, Sekarang saya sedang menghawatirkan mengenai Ujian Nasional yang katanya 20 paket itu dan SNMPTN tahun 2013.
Tiap kali saya ikut Try Out SNMPTN hasilnya selalu mengecewakan..

Hasil Try out snmptn ke1
Begitupun saat saya mengikuti try out snmptn ke 2, saya mencoba memilih Teknik Informatika-UGM dan Statistika-UGM.. Hasilnya? Dua-duanya gagal, saya tidak memenuhi passing grade yang dibutuhkan karena saya mendapat nilai yang rendah terutama dibagian soal kimia dan bahasa inggris, dan saya hanya berada di peringkat 64 dari 132 anak. Awalnya saya merasa pesimis, "Try out saja gagal, apalagi yang beneran?" . Tapi semakin lama, saya sadar bahwa try out tidaklah menentukan dan tidak berpengaruh. Saya pasti bisa dikesempatan berikutnya. Jika berusaha lebih keras lagi, bukan tidak mungkin akan bisa lolos SNMPTN beneran bukan? semoga saja..

Kata orang, jika ingin memilih suatu jurusan, "Fokuslah pada bakat kalian, bukan pada kekurangan kalian" . Namun yang jadi pertanyaan, "Apa bakatku sebenarnya" . Saya sendiripun masih belum menemukan apa bakatku yang sebenarnya..


Dan akhir-akhir ini saya sedang berfikiran ingin masuk jurusan Teknik Informatika atau Teknik Industri-UGM. Saya ingin mengambil Teknik Informatika karena saya termotivasi oleh blog saya sendiri, saya ingin mengembangkan blog ini dan saya ingin sekali dapat membuat sebuah web forum seperti kaskus atau jejaring sosial atau mungkin membuat program-program, game, ataupun software yang bermanfaat. Ya, mungkin itu semua terlalu tinggi dan sulit untuk saya. Namun saya ingin sekali mencobanya. Selain itu aku ingiiiiiiin sekali menjadi Entrepreneur. Entah rencanaku ini dapat terwujud atau tidak nantinya, yang pasti aku akan selalu berusaha dan optimis bahwa akupun bisa..


 Saya yakin, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hambaNya.. Kalalupun Allah nantinya berkehendak lain, saya akan coba terima dengan besar hati. Karena Ia akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan..
 Doakan saya kawan agar apa yang saya rencanakan itu dikehendaki oleh Allah sehingga dapat terwujud nantinya.. :)
Semua pasti ada jalannya...




Film Edukasi : Im not stupid too

12:36:00 PM 22 Comments A+ a-

Postingan pertama di bulan Desember.
Entah kenapa hari ini aku ingin mereview sebuah film yang berjudul Im not Stupid too .

Sebenarnya film ini sudah cukup lama saya tonton, dan kemarin saya menontonnya lagi karena memang saya suka ceritanya yang memang mengandung banyak amanat, pesan moral serta nilai pendidikan dan kekeluargaan yang memang jarang saya temukan pada film - film yang lain.

Im not Stupid too , mungkin bagi yang belum menontonnya, melihat dari judulnya akan mengira bercerita tentang seseorang yang dianggap bodoh ataupun sebagainya. Namun ternyata tidak demikian. Boleh dibilang Film ini mengambil tema dari hal - hal umum yang biasa kita temui di kehidupan kita sehari-hari mengenai pendidikan, kekeluargaan, maupun pertemanan. Saat kita menontonnya, pada awal film kita disuguhi sebuah kalimat : "Kapan Terakhir kali kamu memuji seseorang? Kapan terakhir kali orang lain memujimu? Sudah lama bukan?"



 Film asal Singapura ini bercerita tentang Tiga anak yakni : Tom Yeo , Jerry ( Adik Tom Yeo) , dan Chengchai ( Teman Tom Yeo) yang masing - masing mempunyai kehidupan yang hampir sama : sama-sama kurang mendapat perhatian dari orang tua.

Tom Yeo, dan Jerry Yeo adalah saudara kakak beradik. Ibunya bekerja di sebuah redaksi majalah terkenal, dan ayahnya bekerja disebuah perusahaan Gadget. Kedua orang tua mereka sangat sibuk sehingga hanya mempunyai waktu yang sedikit untuk Tom dan Jerry. Antara orang tua dan anak ini sulit sekali untuk berkomunikasi karena memang Ibu dan ayahnya selalu pulang diwaktu mereka telah tertidur, sehingga Tom dan Jerry harus menempelkan selembar kertas memo dikulkas jika ingin menyampaikan sesuatu kepada orang tuanya. Ayah dan ibunya menginginkan agar anak - anaknya selalu mendapatkan nilai yang tinggi di sekolah. Kerja keras Tom yang memang berbakat dalam membuat web dan memenangkan juara blog nasional terasa sia - sia, karena dianggap hal itu sebuah kegiatan yang tidak bermanfaat oleh orang tuanya, lebih baik waktunya digunakan untuk belajar agar mendapat nilai yang tinggi.

Sedangkan Chengchai, anak dari keluarga yang bisa dibilang tidak mampu. Ibunya sudah meninggal. Ia tinggal bersama dengan ayahnya, seorang mantan pegulat yang kakinya pincang akibat cidera saat sedang bergulat. Ayahnya mendidiknya dengan keras dan tegas. Sehingga ia pun tumbuh menjadi anak yang keras dan menyenangi ilmu beladiri. Chengchaipun belajar ilmu beladiri dan hobi mengoleksi kaset-kaset tentang beladiri. Namun hobinya itu ditentang oleh ayahnya. Ayahnya khawatir chengchai akan bernasib sama seperti dia yang cacat akibat ilmu beladiri.

Tom, Jerry, Chengchai
 
Mereka bertiga adalah anak yang salah didikan oleh orang tuanya. Sebenarnya orang tua mereka sangat menyanyagi mereka, namun Orang tua mereka tidak mengerti bagaimana cara memperlihatkan kasih sayangnya kepada anak - anaknya.

Belum lagi di sekolah, Tom dan Chengchai yang memang teman satu kelas selalu mendapat tekanan dari gurunya untuk mendapat nilai yang bagus. Mereka iri terhadap anak - anak kelas istimewa yang selalu diunggul-unggulkan dan dipuji-puji karena memang mereka hanya siswa kelas biasa.

Di film ini, kita disuguhkan cerita klasik yang mempunyai banyak amanat namun disuguhkan dengan ringan. Ada beberapa adegan yang memang dapat membuat kita tertawa sehingga tidak membuat bosan. Contohnya saat Si Jerry yang memang masih SD namun penasaran tentang dari mana bayi itu berasal? Dia berusaha tanya kesana-kemari, ia ingin bertanya kepada orang tuanya, namun mereka terlalu sibuk. Dia akhirnya bertanya kepada ibu guru yang sedang hamil mengenai bagaimana dia bisa hamil dan dari mana bayi itu berasal. Lucu sekali saat si ibu guru berusaha menerangkan dengan terbata-bata mengenai proses kehamilan kepada seorang anak SD yang penasan.

Satu lagi adegan lucu yang mungkin kita juga pernah mengalaminya. Yakni saat Ayah dan ibu dari Tom, Jerry sedang bertengkar dan saling diam. Saat sedang makan bersama di satu meja, siibu menyuruh Jerry untuk bilang kepada ayahnya untuk mencuci piringnya sendiri, padahal jarak ibu dan ayah sangat dekat dan ayahnyapun mendengarnya.
Ibu : " Jerry, Bilang ke ayahmu jika selesai makan suruh cuci piringnya sendiri!" [dengan suara tinggi]
Jerry : " Kenapa tidak bilang sendiri saja, ayah kan ada disini"
Ayah : "Jerry, Bilang ke ibumu kalo ayah makan pakai piring dan sendok plastik, jadi setelah makan tidak perlu dicuci, tapi bisa langsung dibuang. Cepat bilang Cepat!" [dengan suara tinggi]
Begitu seterusnya, padahal mereka bersebelahan namun tidak mau mengatakannya langsung tapi menyuruh Jerry yang mengatakannya. Itulah, jika orang tua sedang bertengkar, pasti anak yang akan jadi korban.



Tidak hanya adegan lucu saya, adegan mengharukannyapun ada. sehingga membuat kita sadar dan mengoreksi diri.
Film ini cocok ditonton oleh para anak yang berusaha menjadi anak yang patuh pada orang tuanya dan para orang tua yang ingin belajar bagaiman cara mendidik anak dengan baik. Serta untuk para guru ataupun pengajar untuk menjadi guru yang baik dan menjadi tauladan bagi siswa-siswanya.

Overall, saya suka Film ini. Walaupun sudah 2 kali menontonnya tetap saja tidak bosan. Film yang syarat akan nilai-nilai kehidupan.