Film Edukasi : Im not stupid too

12:36:00 PM 21 Comments A+ a-

Postingan pertama di bulan Desember.
Entah kenapa hari ini aku ingin mereview sebuah film yang berjudul Im not Stupid too .

Sebenarnya film ini sudah cukup lama saya tonton, dan kemarin saya menontonnya lagi karena memang saya suka ceritanya yang memang mengandung banyak amanat, pesan moral serta nilai pendidikan dan kekeluargaan yang memang jarang saya temukan pada film - film yang lain.

Im not Stupid too , mungkin bagi yang belum menontonnya, melihat dari judulnya akan mengira bercerita tentang seseorang yang dianggap bodoh ataupun sebagainya. Namun ternyata tidak demikian. Boleh dibilang Film ini mengambil tema dari hal - hal umum yang biasa kita temui di kehidupan kita sehari-hari mengenai pendidikan, kekeluargaan, maupun pertemanan. Saat kita menontonnya, pada awal film kita disuguhi sebuah kalimat : "Kapan Terakhir kali kamu memuji seseorang? Kapan terakhir kali orang lain memujimu? Sudah lama bukan?"



 Film asal Singapura ini bercerita tentang Tiga anak yakni : Tom Yeo , Jerry ( Adik Tom Yeo) , dan Chengchai ( Teman Tom Yeo) yang masing - masing mempunyai kehidupan yang hampir sama : sama-sama kurang mendapat perhatian dari orang tua.

Tom Yeo, dan Jerry Yeo adalah saudara kakak beradik. Ibunya bekerja di sebuah redaksi majalah terkenal, dan ayahnya bekerja disebuah perusahaan Gadget. Kedua orang tua mereka sangat sibuk sehingga hanya mempunyai waktu yang sedikit untuk Tom dan Jerry. Antara orang tua dan anak ini sulit sekali untuk berkomunikasi karena memang Ibu dan ayahnya selalu pulang diwaktu mereka telah tertidur, sehingga Tom dan Jerry harus menempelkan selembar kertas memo dikulkas jika ingin menyampaikan sesuatu kepada orang tuanya. Ayah dan ibunya menginginkan agar anak - anaknya selalu mendapatkan nilai yang tinggi di sekolah. Kerja keras Tom yang memang berbakat dalam membuat web dan memenangkan juara blog nasional terasa sia - sia, karena dianggap hal itu sebuah kegiatan yang tidak bermanfaat oleh orang tuanya, lebih baik waktunya digunakan untuk belajar agar mendapat nilai yang tinggi.

Sedangkan Chengchai, anak dari keluarga yang bisa dibilang tidak mampu. Ibunya sudah meninggal. Ia tinggal bersama dengan ayahnya, seorang mantan pegulat yang kakinya pincang akibat cidera saat sedang bergulat. Ayahnya mendidiknya dengan keras dan tegas. Sehingga ia pun tumbuh menjadi anak yang keras dan menyenangi ilmu beladiri. Chengchaipun belajar ilmu beladiri dan hobi mengoleksi kaset-kaset tentang beladiri. Namun hobinya itu ditentang oleh ayahnya. Ayahnya khawatir chengchai akan bernasib sama seperti dia yang cacat akibat ilmu beladiri.

Tom, Jerry, Chengchai
 
Mereka bertiga adalah anak yang salah didikan oleh orang tuanya. Sebenarnya orang tua mereka sangat menyanyagi mereka, namun Orang tua mereka tidak mengerti bagaimana cara memperlihatkan kasih sayangnya kepada anak - anaknya.

Belum lagi di sekolah, Tom dan Chengchai yang memang teman satu kelas selalu mendapat tekanan dari gurunya untuk mendapat nilai yang bagus. Mereka iri terhadap anak - anak kelas istimewa yang selalu diunggul-unggulkan dan dipuji-puji karena memang mereka hanya siswa kelas biasa.

Di film ini, kita disuguhkan cerita klasik yang mempunyai banyak amanat namun disuguhkan dengan ringan. Ada beberapa adegan yang memang dapat membuat kita tertawa sehingga tidak membuat bosan. Contohnya saat Si Jerry yang memang masih SD namun penasaran tentang dari mana bayi itu berasal? Dia berusaha tanya kesana-kemari, ia ingin bertanya kepada orang tuanya, namun mereka terlalu sibuk. Dia akhirnya bertanya kepada ibu guru yang sedang hamil mengenai bagaimana dia bisa hamil dan dari mana bayi itu berasal. Lucu sekali saat si ibu guru berusaha menerangkan dengan terbata-bata mengenai proses kehamilan kepada seorang anak SD yang penasan.

Satu lagi adegan lucu yang mungkin kita juga pernah mengalaminya. Yakni saat Ayah dan ibu dari Tom, Jerry sedang bertengkar dan saling diam. Saat sedang makan bersama di satu meja, siibu menyuruh Jerry untuk bilang kepada ayahnya untuk mencuci piringnya sendiri, padahal jarak ibu dan ayah sangat dekat dan ayahnyapun mendengarnya.
Ibu : " Jerry, Bilang ke ayahmu jika selesai makan suruh cuci piringnya sendiri!" [dengan suara tinggi]
Jerry : " Kenapa tidak bilang sendiri saja, ayah kan ada disini"
Ayah : "Jerry, Bilang ke ibumu kalo ayah makan pakai piring dan sendok plastik, jadi setelah makan tidak perlu dicuci, tapi bisa langsung dibuang. Cepat bilang Cepat!" [dengan suara tinggi]
Begitu seterusnya, padahal mereka bersebelahan namun tidak mau mengatakannya langsung tapi menyuruh Jerry yang mengatakannya. Itulah, jika orang tua sedang bertengkar, pasti anak yang akan jadi korban.



Tidak hanya adegan lucu saya, adegan mengharukannyapun ada. sehingga membuat kita sadar dan mengoreksi diri.
Film ini cocok ditonton oleh para anak yang berusaha menjadi anak yang patuh pada orang tuanya dan para orang tua yang ingin belajar bagaiman cara mendidik anak dengan baik. Serta untuk para guru ataupun pengajar untuk menjadi guru yang baik dan menjadi tauladan bagi siswa-siswanya.

Overall, saya suka Film ini. Walaupun sudah 2 kali menontonnya tetap saja tidak bosan. Film yang syarat akan nilai-nilai kehidupan.


Hananmedia.com berusaha memberikan informasi yang lengkap, berimbang, dan jujur. Menuliskan review yang mengandung 'story and value' berdasarkan pemikiran, opini, dan pengalaman pribadi.

21 komentar

Write komentar
December 2, 2012 at 6:34 PM delete

kelihatan begitu kocak ya ini film pasti sangat menarik untuk di tonton..

Reply
avatar
December 2, 2012 at 7:33 PM delete

gk ada link tuk download filmx ya..?? *smile

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
December 2, 2012 at 8:39 PM delete

setelah menonton yang pertama saya jadi tertarik untuk melanjutkan yang kedua.. :)

Reply
avatar
Hanan M
AUTHOR
December 3, 2012 at 9:24 PM delete

Gak cuma kocak, tapi bagus buat bahan renungan juga. banyak nilai2 kehidupan :)

Reply
avatar
Hanan M
AUTHOR
December 3, 2012 at 9:26 PM delete

Saya gak punya pak ustad. hehe *Smile

Reply
avatar
Hanan M
AUTHOR
December 3, 2012 at 9:27 PM delete

Saya malah belum pernah nonton yang pertama. penasaran juga sama sekuel yang pertama kayaknya gak kalah bagus sama yang kedua :/

Reply
avatar
December 4, 2012 at 8:20 AM delete

aku dah pernah liat film ini. kesan pertama, Gak begitu menarik karena gak HD.... tapi pas ditonton lama-lama koq bagus... aku sampe' nangis pas nonton yg si kecil gak boong tapi dikira boong, terus si kecil nyuri uang.

bener-bener kepolosan anak kecil....

hiks hiks...

tisu mana tisu....

Reply
avatar
Hanan M
AUTHOR
December 4, 2012 at 1:35 PM delete

Iya mba, kesan saat pertama kali nonton memang biasa saja. tapi setelah ditonton lagi ternyata banyak sekali pelajaran yang bisa diambil..

Cup cup mba, jangan nangis :( :D

Reply
avatar
NF
AUTHOR
December 5, 2012 at 3:30 PM delete

baca reviewnya jadi pengen nonton :D

Reply
avatar
Azlia
AUTHOR
December 5, 2012 at 7:13 PM delete

wah... saya belum pernah tau nih sama film yg satu ini

Reply
avatar
Hanan M
AUTHOR
December 5, 2012 at 8:16 PM delete

Sekarang setelah baca jadi tau kan :D

Reply
avatar
Sun
AUTHOR
December 6, 2012 at 7:22 AM delete

wah,, hrs nonton nih...

Reply
avatar
hrengga
AUTHOR
December 8, 2012 at 10:51 AM delete

Waw nice post kak
terus berkarya ya
aku tunggu artikel selanjut nya
dan oh ya berkunjung juga ya sesekali ke my blog..
ok!
:)

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
January 6, 2014 at 9:29 AM delete

Pesan moral dari film ini apa ya..?

Reply
avatar

Setelah baca, jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan.. :)