Istilah Arab yang Salah

7:41:00 PM 16 Comments A+ a-

Disela-sela waktuku ini, aku mau berbagi info sebentar.
Info tentang istilah-istilah bahasa Arab yang mungkin bisa di bilang "salah kaprah" yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Aku juga sering menggunakan kata-kata ini, dan kita harus merubahnya dengan kata yang baik dan benar dari sekarang.


1. Silaturahim bukan Silaturahmi. Kaum ulama menyarankan kita membiasa-gunakan kata “Silaturahim” yang dimaksudkan menyambung rasa kasih sayang dan saling pengertian. Sedangkan, kata “Silaturahmi” sejatinya terdiri dari dua penggal kata, “silah” yang artinya menyambungkan dan “rahmi” yang artinya rasa nyeri yang dirasakan ibu saat melahirkan. Maka jelas saja, silaturahmi berarti menyambungkan rasa nyeri yang dirasakan ibu saat melahirkan. Kurang sesuai konteks dan logika. 

2.  Halal bi halal. Meskipun ungkapan ini menggunakan bahasa arab, namun justru tidak dapat dimengerti oleh orang arab. Karena dari segi tata bahasa arab tidak dikenal susunan kata yang semacam ini. Arti “halal bi halal” kurang lebih adalah “halal bertemu halal”. Asal usul frasa ini pun ada banyak versi dan setiap daerah di Indonesia nampaknya punya sejarah masing-masing yang berbeda.

 

3.  Istilah “muhrim” untuk lawan jenis yang haram dinikahi. Padahal arti kata “muhrim” dalam bahasa arab adalah “orang yang mengharamkan (sesuatu yang sebenarnya halal, misalnya ber-jima dengan suami atau isteri)” dimana ini biasanya terjadi pada orang yang sedang mengenakan pakaian “ihram” alias yang sedang melaksanakan ibadah umrah atau haji. Istilah yang benar adalah “mahram” yang artinya “orang yang diharamkan (untuk dinikahi – menurut syariat)”. Salah satu hadist terkenal yang menggunakan istilah ini adalah “dilarang berduaan bagi pria dan wanita yang bukan mahram”. Konon di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah kaprah ini tidak (belum) diperbaiki sehingga kata “muhrim” dan “mahram” tetap diartikan sama yaitu “orang yang haram dinikahi”, padahal sebenarnya arti kedua kata tersebut berbeda.

 4. Kalimat “Minal Aidin Wal Faidzin“. Kalimat khas Idul Fitri ini seringkali diikutkan setelah ucapan selamat lebaran yang bisa diramu ke dalam diksi-diksi yang lebih menarik. Namun, masih banyak di antara kita yang mengartikannya sebagai arti dari kata “Mohon Maaf Lahir dan Batin” yang seringkali pula menjadi kalimat pelanjutnya. Padahal, ulama dan ahli bahasa Arab sudah menjelaskan berkali-kali melalui media bahwa kalimat Minal Aidin Wal Faidzin berarti “Termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan ramadhan) sebagai orang yang menang”. Ulama menjelaskan, lebih tepat jika mengungkapkan Taqobbalallahu Minna wa Minkum sebagai wujud permohonan maaf dan rasa terima kasih. Kalimat ini pun diungkapkan tidak hanya pada momen lebaran, tapi setiap waktu.

 Semoga bermanfaat untuk kita semua.. Dan semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat-Nya.. Aamiin..

Hananmedia.com berusaha memberikan informasi yang lengkap, berimbang, dan jujur. Menuliskan review yang mengandung 'story and value' berdasarkan pemikiran, opini, dan pengalaman pribadi.

16 komentar

Write komentar
May 22, 2012 at 8:15 PM delete

Wah, makasih gan, inform banget, aku ga tau :)

Reply
avatar
Bang Dayat
AUTHOR
May 23, 2012 at 3:44 AM delete

wahhh begitu yah, terima kasih nih yah sobat.

Reply
avatar
May 23, 2012 at 6:20 AM delete

membuat saya akan semakin berhati-hati dalam penggunaan istilah asing, terutama bhasa arab. terima kasih informasi yg teah diberikan.

sekedar masukan saj, isi bllog nya sudah bagus tapi background dan hurufnya kurang kontras warnanya sehingga menyulitkan bagi saya utk membaca, maka saya harus CTRL + A dahulu blog ini supaya tulisannya bisa terbaca.
Mtur nuwun

Reply
avatar
NF
AUTHOR
May 23, 2012 at 1:14 PM delete

berarti kalau silaturahmi sama dengan curcol, kan menyambungkan rasa nyeri.. hehehehh ^^V. halal bi halal.. ciptaan orang Ind kah?. muhrim dan mahram atau minal aidin wal faidzin dan taqobbalallahu minna wa minkum sudah banyak nih yang menggaungkan nya, jadi mudah2an ke depannya tambah bener dalam mengutip :)

Reply
avatar
May 23, 2012 at 5:35 PM delete

Hah? emang tulisannya susah dibaca y?
enggk kok, mungkin waktu mba mbuka blog ini, loadingnya belum berhenti jadinya masih belum jelas. Gak usah di CTRL A jg bisa dibaca ko..?

Reply
avatar
May 23, 2012 at 5:38 PM delete

iya semoga kedepannya bisa tambah bener. mungkin karena lidah orang indonesia yang kaku kalo mengucap kata arab jadi terpelintir2 :D

Reply
avatar
Wury
AUTHOR
May 25, 2012 at 11:49 AM delete

Wah, aku baru tahu kalau selama ini aku menggunakan kata yang kurang tepat. Karena memang dari awal memang istilah itu yang beredar. Terima kasih ilmunya :)

Reply
avatar
May 27, 2012 at 12:29 PM delete

Waa..... aku tahunya cuma yang silaurahim... ternyata bnyak yang salah kaprah juga yahh...

Reply
avatar
May 27, 2012 at 1:45 PM delete

Iya, aku jg baru tau wkt mau nge post..

Reply
avatar
June 13, 2012 at 2:00 PM delete

ILMUNYA BANYK YAH DISINI.

makasih yah Bro HIHI.. MAS BROO deh panggilnya.

Reply
avatar
June 13, 2012 at 6:58 PM delete

Haha.. makasih :D
Iya wes manggil apa aja boleh..

Reply
avatar

Setelah baca, jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan.. :)